Friday, August 5, 2016

Permainan Angka Yang Menarik Bagi Anak

Merasa anak tetap terlampau kecil utk dimasukkan ke prasekolah? Atau justru Kamu merasa pelajaran di TK kurang akan mengembangkan kecerdasannya? Janganlah khawatir, Ma, Kamu sanggup turun tangan mengatasi ini seluruh. Gimana caranya? Para pakar menyampaikan, main dengan anak yakni trick paling baik utk membantunya mencari ilmu. “Flashcard & aneka kertas pekerjaan dapat menciptakan anak umur ini serta-merta bosan,” kata Kim Hughes, mantan guru prasekolah & TK, pun konsultan pendidikan di Wake Forest, North Carolina, AS. Itu sebabnya kenapa permainan berikut, yg di desain tepat bersama keterampilan anak TK, tepat dilakukan. Tidak Hanya menjalin kelekatan, menggali ilmu juga dilakukan dengan cara fun! Kamu mesti mencobanya di hunian!
Permainan Angka Yang Menarik Bagi Anak

Ayo Mancing

Umur 2 – 4 thn
Bantu anak menciptakan aneka ikan dari kertas karton berwarna-warni, & beri angka kepada tiap-tiap ikan. Dulu, rekatkan magnetic strip terhadap masing-masing ikan. Buatlah kail secara mengikatkan tali dgn ranting pohon & tempelkan pesona mungil kepada sektor ujung kail. Sebarkan ikan di atas lantai, sebutkan angka tertentu, & biarkan anak memancing dengan cara bergiliran.

Nomer Berapa? 

Umur 2 – 5 thn
Beri No. mobil matchbox anak dgn marker yg sanggup dihapus. Bangunlah track balap sederhana memakai balok kayu & selembar karton tebal, dulu berpura-puralah jadi komentator balapan mobil sesudah Kamu melepaskan mobil menuruni track balap. Dia bakal mengenali angka-angka basic secara menyatakan No. mobil yg menang balapan. (Buatlah track balap bersama ketinggian yg berbeda-beda, maka anak mampu mengetahui kepada ketinggian berapa mobil dapat meluncur lebih segera!). Buat anak yg lebih akbar, katakan padanya bahwa ‘peraturan balapan mobil’ yaitu mobil yg menang mesti mempunyai angka yg lebih agung di track tertentu. Janganlah lupa memintanya mencatat No. mobil yg menang, trik lain buat menciptakan anak mengenal bermacam macam angka. Lewat balapan mobil ini, anak bakal mencari ilmu beberapa perihal, mulai sejak dari mengenal angka sampai ide ketinggian.

Utk Papan Permainan Sendiri 

Umur 4 – 5 th
Makin tidak sedikit anak main-main papan permainan, makin baik nilai matematika mereka nantinya. Tetapi, ini bukan berarti beliau mesti main ular tangga konsisten menerus. Sebaliknya, ciptakan permainan sendiri bersama-sama, saran Sally Moomaw, Ed.D., pakar perkembangan anak di University of Cincinnati & penulis More Than Counting. Ambil selembar kertas karton tebal & gambarlah garis yg berliuk-liuk di sekeliling kertas. Bantu anak menggunting bermacam kotak dari kertas warna, dulu tempelkan kotak-kotak tersebut dengan cara berselang-seling buat menutupi garis yg berliuk-liuk tadi. Minta anak berimajinasi : apakah garis yg liak-liuk tersebut yaitu gambar ular, satu buah jalan menuju kerajaan si putri raja, atau track balap? Hiasi karton bersama marker, glitter, sticker…, apa pula yg anak inginkan!

Waktu Ini, utk card ‘Lakukan Ini!’ dgn warna yg sama bersama kotak-kotak tadi. Buatkan perintah yg lucu-lucu, seperti “Ayo, bobo siang! Hilang, deh, giliran kali ini” atau “Bereskan meja makan. Maju 2 langkah.” Buat memainkannya, lempar dadu & majulah serasi jumlah angka yg tertera kepada dadu. kemudian, ambillah card “Lakukan Ini!” pas warna kotak di mana dadu mendarat & laksanakan seluruh perintah yg diminta. “Permainan seperti ini amat berguna sebab berkenaan bersama banyaknya angka yg berderetan, gagasan dimana anak dapat menggali ilmu waktu TK kelak,” kata Moomaw.

Cocokkan Angka 

Umur 3 – 5 thn 

Bagi 20 card kosong jadi 2 set. Terhadap set mula-mula, tulislah angka 1 hingga 10 atau angka apa serta yg anak telah kenal. Dulu, bantulah beliau dgn set ke-2 card : Tempelkan 1 sticker kepada card tadi buat dicocokkan dgn card yg mempunyai nomer 1, dsb. Letakkan card tersebut dalam kondisi terbuka & tantang anak buat mencocokkannya bersama angka yg sama

Sekiranya anda masih merasa kurang yakin dengan usia anak anda untuk masuk sekolah dasar, anda dapat melakukan psikotes kesiapan masuk sekolah di biro psikologi di Yogyakarta.

Mengatasi Anak Yang Kecanduan Gadget

Penggunaan teknologi dalam dunia kerja memang tidak dapat dipungkiri lagi kebutuhannya. Dan itu sebenarnya wajar, bahkan para karyawan di biro psikologi Yogyakarta juga memanfaatkan teknologi untuk semua layanannya. Tapi bagaimana teknologi diberikan pada anak yang belum siap ? Memanglah susah melepaskan gadget dari kehidupan anak. Lebih-lebih, kalau dia telah kecanduan, yg dapat mengamuk demikian gadgetnya diambil, & menunjukkan tingkah laku lain yg teramat mengganggu [Baca pun : Resiko samping paparan sinar biru dari monitor gadget]. Tetapi Rieska Wulandari, mama dari Carlo (4 th), sukses menjauhkan putra pertamanya itu dari gadget sama sekali. “Sudah satu th terakhir ini tak sempat sekali serta beliau minta gadget-nya, bahkan dirinya serta tak menyentuh seluler milik aku atau ayahnya,” kata Rieska, yg dikala ini tinggal di Milan, Italia.

Padahal, catat Rieska dalam catatan yg ia upload di Facebook-nya, kala masihlah usia 2,5 thn, Carlo dapat dibilang kecanduan gadget. Demikian bangun tidur, anak itu serta-merta berteriak, “Tablet… tablet,” meminta tablet-nya, sambil memasang mimik hendak menangis. Perempuan yg sedang mengandung anak keduanya itu juga cepat-cepat menyerahkan gadget itu terhadap Carlo, yg serentak asyik melihat channel musik anak-anak di YouTube. “Lumayan, menjadi dapat sambil menyiapkan sarapan,” pikir Rieska ketika itu.

Kala sarapan, Carlo tetap memegang gadget. Makanannya memang lah habis seketika, lantaran dikala beliau makan, matanya terfokus terhadap monitor tablet. “Sepertinya bahkan ia tidak sadar jikalau ia sedang makan. Jangan Sampai harap anak aku bakal berkomentar, ‘Wah, makanannya enak,’ lantaran pikirannya seolah tersedot oleh monitor gadget,” narasi Rieska. Masalah mulai sejak muncul, menurut Rieska, diwaktu Carlo mesti bersiap-siap ke day care. Pindai pakaian atau mandi menjadi susah fantastis sebab dirinya tidak akan melepas gadget-nya. “Pagi-pagi tentu diwarnai tangisan & mewek yg panjang-pendek. Melelahkan!” keluh Rieska.

Memasuki umur tiga th, temperamen Carlo serta sejak mulai beralih. Apabila gadget tak ada, ia dapat mengamuk. Bila channel yg ia ingin mandek dikarenakan problem koneksi atau web down, ia juga ngambek. “Bagaimana memaparkan mengenai internet, situs terhadap anak tiga th? Dirinya cuma tahu, apabila ada gadget, sehingga tayangan yg ia ingin mesti ada,” kata Rieska. “Begitu channel-nya bermasalah, itu tablet dapat dirinya lempar demikian saja!”

Tiap-tiap hri Carlo cuma berkutat bersama gadget. Disaat mengigau di malam, beliau pula minta diberikan gadget, yg bakal beliau mainkan hingga pagi, maka ia malah ngantuk waktu waktunya beraktivitas. “Persis kayak orang dewasa kecanduan game online, padahal yg ditonton anak aku itu hanya kartun-kartun & lagu yg tampaknya tidak berbahaya,” keluh Rieska.

RIeska mengakui, gadget benar-benar pernah meringankan, lebih-lebih disaat periode dingin, & kebetulan diluar hunian sedang bersalju, atau Carlo tertular flu. “Kalau telah demikian, hiburan yg paling asyik, ya, hanya gadget, tapi lama-lama aku menonton bahwa gadget memenjarakan beliau, nampaknya hidup tidak menyenangkan, jikalau tak ada gadget,” kata Rieska. “Saya sendiri diwaktu itu sibuk bekerja dan sering membantu atasan untuk melakukan psikotes recuitment karyawan, & jikalau dirinya sakit, sehingga aku tinggal bersama pengasuh, yg demikian Carlo rewel dikarenakan tak ada gadget, dapat memberikan gadget utk menenangkan dirinya.”

& kalaupun Carlo dititipkan di day care, menurut Rieska, ia tak demikian gemar bersosialisasi bersama anak-anak yg lain, condong bermain sendiri, & agak egois. Walau menurut gurunya masihlah normal, tapi Rieska terus merasa kurang nyaman dgn situasi tersebut. Dirinya juga memutuskan berakhir kerja sebelum periode dingin 2014, sebab tak mau Carlo keterusan sibuk bersama gadget.

Rieska mulai sejak menciptakan aktivitas & gerakan yg lebih bervariasi utk Carlo laksanakan di dalam hunian selagi periode dingin, sejak mulai dari menyanyi, main-main bola, main kertas, menggambar, mewarnai, bercerita, main-main petak umpet, menyusun Lego, hingga membangun stasiun kereta. “Kalau bosan di hunian, kami mampir ke hunian Nonna (nenek dalam bahasa Italia – Red.), atau berkeliling kota dgn bus & trem seusai day care. Toh, aku miliki membership transportasi publik tahunan, menjadi naik kendaraan umum ribuan kali pula telah tak butuh bayar lagi,” narasi Rieska. “Ternyata asyik sekali naik-turun kendaraan umum keliling kota. & tampaknya pengetahuan anak aku juga mulai sejak terbuka, maka aku menjadi semangat mengambil beliau kunjungan ke museum & sebagainya.”

Pelan-pelan, Carlo mulai sejak meninggalkan gadget, walau kadang tetap minta pada Rieska. Sesekali, beliau membolehkan Carlo memakai gadget, bersama beraneka ragam batasan, seperti tak boleh emosi atau geram jikalau ada masalah bersama gadget itu. & disaat masa semi tiba, Rieska sejak mulai menggandeng Carlo keluar hunian & berjalan-jalan, mampir ke taman, & menyaksikan hal-hal baru. Dirinya sejak mulai menikmati serta hari-harinya di sekolah, sejak mulai dapat bersosialisasi dgn rekan temannya.

Puncaknya merupakan masa panas 2015, kala Rieska & suami memutuskan berlibur sekeluarga sewaktu 3 pekan penuh. Meskipun Rieska konsisten mengambil gadget di dalam koper, tapi ketika Carlo menanyakan gadget, ia senantiasa mengemukakan bahwa benda itu tertinggal di Milan, lantas mengarahkan beliau main di pantai. “Rupanya pantai sangatlah ‘membiusnya’. Kami menentukan ia cuma laksanakan kegiatan yg sifatnya bersenang-senang, sibuk main pasir, bermain perosotan & ayunan, bermain air, bertaaruf bersama sesama anak-anak yg sedang liburan, naik kereta mungil & kincir raksasa, nonton pertunjukan lumba-lumba, menonton akuarium akbar, naik kapal dsb,” narasi Rieska. “Kami serta mengambil dirinya ke kota-kota lain, menyaksikan kastil, menyewa penginapan di lingkungan kebun zaitun yg pula mempunyai peternakan kuda, menyaksikan kontes pacuan kuda era abad pertengahan di Siena, menyaksikan pertunjukan musik di Perugia, mengahdiri lukisan-lukisan karya pelukis populer Giotto & ziarah gereja di Asisi, berlangsung di ladang-ladang tidak bertuan dsb.”

Saking sibuknya Carlo beraktivitas & main-main selagi liburan itu, beliau lupa sama sekali dgn gadget-nya. Kembali ke Milan, ingat serta tak bahwa dirinya punyai gadget, hingga diwaktu ini. Rieska mengakui, proses memisahkan anak dari gadget memang lah luar biasa sulit. “Kita mesti mencurahkan 100% perhatian terhadap anak. Lebih-lebih, anak era waktu ini demanding sekali, maka orangtua mesti kreatif & siap berkorban dikala ataupun tenaga, bila ingin menukar peran gadget, yg barangkali telah terlanjur mengikat anak,” jelasnya. “Tetapi sejak melepaskan pergaulannya dgn gadget, Carlo sejak mulai tahu bahwa ada kehidupan yg lebih nyata & indah di luar sana.” Selain itu permainan tradisional juga akan membuat badan anak menjadi lebih sehat.
Beraneka Ragam penelitian telah membuktikan bahwa duduk dgn menikmati makan tengah malam amat sangat baik utk perkembangan jiwa, otak, & badan. Dengan begitu anda akan mempunyai semangat dan motivasi psikologi yang baik dalam diri anda untuk beristirahat dan menyambut esok pagi.

Share makanan mengenai bersama tidak sedikit tabiat remaja, seperti mengurangi tingkat kekerasan, ganjalan makan & depresi, meningkatkan biasanya nilai di sekolah & self-esteem. Buat anak-anak lebih mungil, percakapan di meja makan dapat meningkatkan kosa kata di bandingkan dibacakan buku. &, anak-anak yg rutin makan dengan keluarga dapat tumbuh jadi remaja yg condong punyai pola makan lebih sehat & terhindar dari obesitas.

Anne K. Fishel, Ph.D., penulis buku Home for Dinner : Mixing Food, Fun and Conversation for a Happier Family and Healthier Kids, mengungkap 7 argumen makan dgn keluarga di rumah anda :

  • Tak butuh tiap-tiap hri. Tak mesti makan tengah malam, mungkin kala sarapan, brunch di akhir minggu, menikmati camilan di tengah malam hri, atau kombinasi seluruhnya itu. Poinnya, seluruhnya menikmati, sharing makanan & ngobrol hal-hal menyenangkan.
  • Bermain-main bersama makanan. Ajak anak bersama-sama menyiapkan makanan. Memasak ialah kegiatan yg melibatkan seluruhnya indra & tangan kita.
  • Mampu dilakukan. Cuma butuh disaat paling satu jam.
  • Cobalah aktivitas-aktivitas baru & unjuk kebisaan. Contohnya, kali ini anak yg memilihkan musik pengiring program makan.
  • Sharing narasi keluarga. Anak-anak yg tahu narasi atau peristiwa keluarganya bakal lebih tangguh & merasa lebih baik. Ceritakan periode mungil Kamu, tugas mula-mula, hewan kesayangan, dll.
  • Semuanya membuka. Di meja makan, mampu berjalan tidak sedikit obrolan; pancing dgn tidak sedikit komentar & pertanyaan.
  • Baik utk orang lanjut umur pula. Inilah waktunya Kamu menikmati saat-saat yg menyenangkan & hangat, lepas dari segala kesibukan tugas & tradisi melelahkan.


Keluarga bukanlah bangunan fisik yang tampak megah dari luar, namun keluarga yang kompak yang sehat merupakan sebuah bangunan psikologis yang membuat nyaman setiap orang yang datang.

Makan Bersama Keluarga Ini Tipsnya

Ketika memulai menjalani hisup berkeluarga dan persiapan psikologi dalam merencanakan kehamilan mungkin suatu saat anda berharap dapat berkumpul dan makan bersama keluarga. Kemungkinan tatkala ini Kamu sekeluarga telah terbiasa makan di perjalanan, tidak sarapan dengan, atau bahkan makan tengah malam di sofa depan tv. Kalau Kamu peduli dgn family time & hari depan anak, mulailah menata kembali adat makan Kamu & keluarga biar tercipta kembali etika makan di meja.

Benar-benar sangat banyak manfaat yg dapat diperoleh anak-anak yg mempunyai etika makan dgn keluarga, lho. Menurut suatu penelitian, keluarga yg makan dgn di meja makan bakal menciptakan anak jadi lebih tegas menghadapi peer pressure, pandai menciptakan ketetapan, berprestasi di sekolah, pula terhindar dari penyalahgunaan alkohol, obat-obatan, & sex bebas. disamping itu, mereka pun mempelajari berkaitan nutrisi maka terhindar dari rintangan tingkah laku makan disaat beranjak dewasa.
konsultasi keluarga biro psikologi yogyakarta
Lantas, macam mana mulai sejak membiasakan anak makan di meja dengan keluarga? Berikut ini merupakan sekian banyak langkah yg sanggup Kamu mencoba terapkan di hunian.

Libatkan seluruh orang dalam pemilihan menu. Beri peluang semua anggota keluarga dengan cara bergiliran utk pilih menu makan dgn. Ini bakal berikan peluang mereka menunjukkan antusiasme pada momen makan dengan.
Utk tema menu hri tertentu. Contohnya, nasi goreng di Senin atau burger sehat di akhir minggu, yg pasti saja mesti lewat diskusi dgn anak-anak.
Libatkan seluruhnya orang dalam tata meja. Sejak Mulai dari balita, remaja, & orang sepuh sebaiknya membawa peran disaat menata & membereskan meja makan.
Untuk perencanaan matang. janganlah Kamu pilih menu yg dikala pengolahannya lama. Sebaiknya, seluruh bahan telah dipersiapkan apalagi dulu, & dimasak sesaat sebelum jam makan tiba, maka tiada yg mengeluh lantaran menunggu terlampaui lama.
Selingi bersama keseruan. Dapat bersama menyetel lagu ketertarikan, berdialog bersama anak, main kata, atau melempar lelucon biar suasana masih menyenangkan.

Jika sekiranya memang anda memerlukan layanan konsultasi keluarga maka anda dapat mencari konselor melalui daftar biro psikologi online.